Mantolet in wonderland 2

Diposting oleh Maman D. C

Black Wings

Dini hari itu mantolet memandang keluar jendela, kemudian secara tak terduga mantolet mendapati dirinya meluncur dan membentangkan sayap hitamnya menuju angkasa. Angin yang bersumber dari kepakan sayap hitam tersebut menyejukkan mantolet dihawa yang sudah dingin dini hari itu. Mantolet bingung, 'aku di angkasa, aku tak menapak, aku bersayap, sayap hitam-besar-megah'.

Hanya venus di ufuk timur yang memantau mantolet sedari tadi, memantau kebingunan mantolet sendiri. Saat mantolet melihat betapa berkilaunya planet itu, dia tahu apa yang harus dilakukannya. Dengan mengunyah biskuit yang ada di tangannya, mantolet pun beraksi.

Badan dicondongkannya ke depan, kendali akan sayap yang baru disadarinya dipergunakan dengan sigap. Kepakan pertama membuatnya meluncur sejauh dua meter, disusul kepakan berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. Udara dingin dini hari itu menerpa wajahnya dan membuat matanya terjaga sungguh-sungguh. Ke atas, meluncur, melayang, melesat jauh, merasakan letupan embun di wajah. Mantolet pun menikmati keheningan dini hari dengan bebas di angkasa. Tak ada seorang pun yang melihatnya, kecuali...


-bunyi kepakan itu masih terdengar-


Kereumbi

Diposting oleh Maman D. C

Bendungan awal - gagal


Konflik pembangunan bendungan sungai Citarik di wilayah Gunung Masigit-Kareumbi hingga saat ini masih mengambang. Dibangunnya bendungan kedua setelah tidak berfungsinya bendungan pertama juga masih belum berfungsi. Bendungan kedua yang terletak lebih atas dari bendungan pertama masih belum mampu mengalirkan air ke wilayah perkampungan penduduk.

Berdasarkan keterangan dari Kang Yadi (penduduk dan penjaga camp ground Kareumbi), bendungan yang baru hanya bisa mengalirkan air hingga Leuwileuyang, tidak sampai ke daerah-daerah setelahnya.

Bendungan kedua


Hal ini diduga, kata kang Yadi, ketinggian bendungan masih kurang cukup untuk bisa mengalirkan ke wilayah-wilayah Desa Sindulang dan Tanjungwangi. Kabar dari Kang Yadi, bendungan kedua tersebut akan dibangun dan dinaikkan lagi. Sudah terdapat bahan baku untuk melakukan pembangunan tersebut, Batu dan Pasir sudah siap di tepi jalan dekat dengan area bendungan kedua.


-kareumbi-

Mantolet in Wonderland

Diposting oleh Maman D. C

MISTY MOUNTAIN

Sore itu mantolet sedang berjalan di jalan aspal yang sepi. Kanan-kiri hanya terlihat sawah-sawah yang membentang di atas punggungan hingga lembahan. Hanya warna hijau dan coklat yang dapat terlihat dari jalan itu. Datar, rata dengan tanah. Tak secuil pohon tinggi pun tumbuh di sawah itu.

Hujan rintik-rintik menemani langkah mantolet. Ke mana pun memandang, hamparan luas sawah hijau dan coklat lah yang terbentang. Hingga pada suatu titik perjalanan, mantolet memandang ke kanan. Kabut yang mengiringi gerimis itu mulai tersingkap sedikit, hanya sedikit.

Siluet rerimbunan dedaunan mulai tampak, hitam, bergerumbul, terpasang dan bertumpu pada batang yang kokoh. Siluet-siluet hitam itu pun bermunculan, ke atas, dan terus ke atas. Gunung. Pepohonan. Berkabut. Ada apakah di dalamnya? Tak sabar mantolet ingin mendakinya, melihat apakah di sana ada rusa yang ceria? Apakah di sana masih ada pepohonan yang menari? Apakah di dalam sana masih memiliki Raja? Mantolet Wonders.

-dan kabut itu pun perlahan menghilang-

Cicenang [arena bermain dan belajar]

Diposting oleh Maman D. C

"Pose: Gollum searching for fish"


"Pose: Gollum find a target"


"Pose: Climb every tree for better view"


"Pose: Kung Fu Panda"


"Mangga yummy-yummy"


"Makan mangga sama juragan mangganya (kanan)"


"Pose: Pahlawan bertopeng jadi-jadian"


"Which way should i take?"



Sebelumnya di perjalanan Cicenang

Diposting oleh Maman D. C

Maman: BUZZ!
Freden: Hoi! Ada apa men?!
Maman: Yang berangkat ke cicenang entar sapa aja den?
Freden: Aku, Aldi, Sangap, Bondon, dan lain-lain
Freden: Kenapa men? mau ikut?
Maman: Kalo ditambah Gw, Ria, ama Alam boleh ga?
Freden: Wah, boleh sekali men. sangat dianjurkan.
Maman: Hwoke
Maman: Berangkat Jam brapa ntar?
Freden: Jam 9-an
Maman : Sip tengkyu

Demikianlah percakapan kami sebelum berangkat menuju Cicenang (daerah perkebunan teh di dekat Ciater). Hari Sabtu ada materi navigasi darat untuk siswa gladi mula, jadi kami harus mempersiapkan poin-poin koordinat dan basecamp buat panitia sebelum acara berlangsung. Acara ini berlangsung dari Sabtu sampai Minggu. Berhubung aku cuma bisa ikut sampai hari Sabtu, maka aku ikut tim advance yang berangkat hari Jumat malam [yang katanya di atas adalah jam 9-an malem].

:: WAKTU BERPUTAR ::
20.30 : Aku dan Ria datang ke SEL
21.00 : presentasi GL ORAD (menunggu)
21.30 : presentasi GL ORAD (menunggu)
22.00 : masih presentasi GL ORAD (menunggu)
22.30 : masih juga presentasi GL ORAD (menunggu)
23.00 : presentasi selesai (akhirnya), dilanjutkan dengan briefing buat materi navigasi besok (jiaaaaah)
23.30 : briefing masih berlanjut (menunggu dengan mata sayu-sayu)
00.00 : briefing masih heboh (menunggu sambil telentang)
00.30 : briefing selesai (akhirnyaaaa), dilanjutkan dengan Packing barang-barang (Oh My Gooosh! nonton dulu deh)
01.00 : masih Packing (Nonton "Garuda di dadaku" dulu sambil menunggu keberangkatan)
01.30 : "yuuk berangkat yuuuk!", kata mereka (aku Sedang asik nonton, "bentar lagi! habis ini selesei kok!")
02.00 : AKHIRNYA, barang siap dibawa... "Garuda di dadaku" pun beres ditonton. Berangkatlah kita.

Dalam hati aku berpikir emang hati punya otak, mikir dooong lo?!, ternyata yang dimaksud berangkat jam 9-an itu adalah jam 2-dini hari. Berarti imbuhan -an pada keterangan waktu menunjukkan selisih waktu ke depan sebanyak 5 Jam. WOW wooow!!! AMAZING! AMAJING!!! [gak penting banget mikirnya, RED]


:: SUBUH DI WARUNG CICENANG ::
Kami berhenti di warung dan memesan nasi goreng. Sambil menunggu nasi goreng matang, Yudhi sibuk menjelaskan di mana letak rasi-bintang-alas-teko yang sering digembor-gemborkannya.

Setelah kenyang, kami berdempet-dempetan 8 orang dalam lebar saung yang 2 meter saja untuk melungker tidur dan menghindari kedinginan.
"Yak, kita besok foto-foto sama sunrise cicenang yuuuk!", kata saya kepada si Ria
"Hayuuk, yang kayak dulu itu... keren banget!", kata si Ria.
Zzz..z.z.z..z.z..

Sekitar jam lima lebih saya terbangun melihat lembayung fajar menjelang sunrise. "Yaaaaaaaaak, sunrise yaaaaak! keren bangeeeeeeeet!", teriak saya membangunkan siapa saja yang mau bangun.
"Iya maaaan, kereeeen!", jawab si Ria.

Percakapan selesai hanya sampai di situ. Kami tidak ada yang bergerak dari sleeping bag apalagi boro-boro mengeluarkan kamera. Entah bagaimana tiba-tiba saya sudah tidur lagi, begitu pula yang lainnya.

Matahari menyingsing, kakiku kepanasan, mau ga mau aku pun terbangun, liat jam, gosok-gosok mata, dan teriaaak, jeng jeng jeeeeeng!!!
"HOOI, Banguuun Hooi! udah jam tujuuuh!!! kita belom masang poin!!!", Bangunlah semua orang-orang, baik yang mau bangun maupun yang terpaksa harus bangun. Petualangan dimulai!!!

-hadooh-

Si Katak dalam Tempurung

Diposting oleh Maman D. C


Whoah, kerasa banget yang namanya kurang pergaulan dan kekurangan informasi tentang dunia dalam berita di sekitar kita. Awalnya sih aku santai-santai saja dengan tidak membaca koran. Kemudian menjadi santai ketika aku tidak perlu menonton berita. Selanjutnyaaaaaa,... aku terjebak di dunia yang gak tau apa-apa. Dunia pasif, dunia yang hanya bisa menunggu orang lain untuk menggetok kepalaku biar tahu apa yang sedang terjadi.

Beginilah ceritanya...
Aku duduk di bangku SD. Tidak tahu kenapa setiap jam 19.00 WIB sudah otomatis menjadi waktu untuk belajar dan mengerjakan PR-PR sekolah karena jam 19.00 merupakan waktunya dunia dalam berita.
Beranjak SMP, ketika kos-kosan memang tidak tersedia fasilitas yang namanya Telepisi, maka aku harus puas hanya dengan mendengarkan radio. Berita sosial, politik, ekonomi??? LEWAT. Radio itu hanya digunakan untuk mendengarkan request-request lagu dan kirim-kiriman salam atau ejek-ejekan dengan teman sekelas. No News No Information.

Lalu bagaimana dengan koran? Kenapa ga beli koran aja?
Sewaktu kecil aku sering liat bapakku membeli koran, tapi yang kubaca pertama kali adalah rubrik yang bergambar kartun atu rubrik yang berisi humor. Yang lain? LEWAT. Dari situlah keapatisan dimulai.

Berlalulah masa SMP dan masuklah masa SMA...
Dengan TV yang diteralis, membuat kemalasan dalam menonton TV jadi semakin bertambah. Jiaaah,... gak usah lah nonton TV. Tidur aja laah, capek. Begitu seterusnya.
Koran-koran baru selalu di update dan dipajang di ruang baca masing-masing kelas. Tapi apakah aku membacanya? Sesekali sih iya, tapi sesekali dalam jangka waktu 3 tahun bisa saja dianggap NOL.

Masa kuliah pun tiba...
Ketika kakakku membelikanku TV tuner agar aku bisa menonton TV, aku sangat gembira. Namun kemudian terdapat ganjalan lagi, sinyal antena atau apapun itu yang ditangkap si TV tuner tidak bisa menampilkan gambar-gambar yang utuh. Setiap gambar memiliki bayang-banyang hingga lebih dari tiga. Itu hanya membuat pusing kalau ditonton. Maka resmi matilah TV tersebut. Aku malah enggan untuk berusaha membangkitkan si TV tuner, biarkanlah saja begitu. Keapatisan semakin meningkat, dan aku pun bosan!

Bosan aku terkungkung tanpa tahu apa-apa seperti ini, sejarah pun aku tak paham. Bagaimana cara aku mengupdate semua informasi yang telah lepas dariku sejak kecil ini? apakah masih mampu untuk diupdate atau diinstall ulang? Kalau pun bisa, Bagaimana caranya? aku ingin tahu!!! Sebelum apatis akut menyerangku. Hiks,...

-Yuk Saling Inform!-

Kisah Dwi di musim Duren

Diposting oleh Maman D. C

Postingan ini dipersembahkan buat si Dwi yang pengen disebut-sebut namanya. hahahaaa...

Dwi : man

Dwi : lg ngapain man?
manxeren: lagi nge-blog wiiik
manxeren: abisnya sebel ama PLO
manxeren: itu demand per leadtime diisi dari mana sih?
Dwi : aku blum nyentuh plo man
Dwi : hehehe,, masih ber-cinta fitri dulu
manxeren: jiah
manxeren: is not bangeeeet
Dwi : is yes!!
Dwi : satu2nya hiburan buat aku.
manxeren: brarti aku meneruskan nge-blog saja dulu
manxeren: sapa tahu dapet wangsit dan pencerahan
Dwi : ya sudah sana
Dwi : sebut2 nama aku ya man
Dwi : hehehe
manxeren: heh? sebut2 namamu?
manxeren: is not
manxeren: soalnya kamu kmaren ga ada di TKP
manxeren: coba kalo ada pasti kusebutin
manxeren: hahaha
Dwi : emang ceritanya apa?
Dwi : TKP apaan?
manxeren: TP *******
manxeren: hahahaa
manxeren: penyalinan masal tp *******
Dwi : ikutan kok gw
Dwi : cuma pagi2
Dwi : jam 9an
manxeren: kan ga ada akyuuu
manxeren: hahaaa
manxeren: ntar kusebutin namamu deh
manxeren: hahaha
Dwi : hahahaha
manxeren: pemasangan iklan ada tarifnya wik
manxeren: pizza satu loyang
Dwi : cantumin lah man
Dwi : sapa tau ada pembaca yang nempel
manxeren: jiaaahahahahaaa
manxeren: nempeeeel kayak perangko
Dwi : serius gw man
manxeren: idiiih
Dwi : gw lagi ngiri nih man
manxeren: ngiri sama sapa buuk?
Dwi : masa dari sejak masuk abis libur lebaran kemaren, which is baru seminggu yang lalu, udah ada 5 pasang temen gw yang jadian
Dwi : gila yak!
Dwi : musim
manxeren: lagi musim jadian
Dwi : he eh
manxeren: lo jadian juga gih
manxeren: sama mangga
manxeren: kan lagi musim mangga juga
Dwi : pengennya sama duren
Dwi : duda keren
Dwi : kayak anang hermansyah
Dwi : hahahaha
Dwi : *gara2 tadi abis nonton extravaganza yg ada anang nya*
manxeren: idiiih
manxeren: wik
manxeren: tobat wiiiik
Dwi : hahahha
Dwi : tadi gw abis nonton the proposal juga sih
Dwi : jadinya makin menjadi2
Dwi : duh, harus jauh2 sama film2 romantis nih

-jangan terpengaruh sama pilm2 wik, apalagi sinetron-